Perawatan Entog hingga Panen

Merawat entog – Siapa yang tidak mengenal entog? Jenis binatang yang masih keluarga dengan angsa dan bebek ini adalah binatang pemalas dengan tingkah lakunya berjalan megal megol, Hingga menyiaratkan binatang ini kurang berguna atau bermanfaat padahal kenyataannya saat ini terutama di pedesaan entog justru banyak di buru orang dan di pelihara.

Entog bukan saja di ternakan namun juga di ambil dagingnya dan membuka peluang usaha yang menjanjikan.

Memang sampai sekarang ternak entog belum banyak dibudidayakan secara intensif dan besar-besaran, para peternak masih engan melirik usaha ini. Padahal diluar negeri seperti Taiwan, ternak entog menjadi ternak penting sebagai mata dagangan ekspornya. Tentu sebagai negeri yang telah modern cara pertanianya telah mengolah berbagai hasil ternak ini. Justru bulu entoglah yang banyak dimanfaatkan untuk bahan baku kok bola bulu tangkis, pembuatan sping bad, wol maupun lainya.

Di Indonesia khususnya dipedesaan ternak entog masih dibudidayakan secara tradisional, sebagai ternak rakyat pemeliharaanyapun belum dilakukan secara intensif tetapi lebih ke arah sambilan. Sebagaimana ciri khas ternak rakyat mereka benar-benar menggangap hanya sebagai ternak sampingan atau tabungan hidup yang suatu saat dijual jika mempunyai kebutuhan mendesak baru dijual atau diperlukan. Namun walaupun dengan modal ternak tradisional tak sedikit pula para petani yang meraup sukses, Disamping dimanfaatkan bulunya untuk kepentingan komersial ternyata daging dan telur entog semakin hari semakin diminati. Tidak saja harga dagingnya yang lebih miring dari daging yang lebih duluan populer seperti daging sapi, daging ayam namun daging entog juga tak kalah lezatnya dengan daging lain. Dan berikut ini adalah Tips entog cepat bertelur, selengkapnya :

Entog petelur

Bibit entog

Pilih bibit entok yang besarEntok besar telur antara 10 – 12 butir, entok kecil 12 – 17 butir.

Perawatan Bibit (DOD) hendaknya ditangani secara teknis agar tidak salah rawat.

Bibit entok ditempatkan pada kandang brooder (indukan) yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Temperatur brooder nyaman ditandai dengan anak itik tersebar secara merata.

Kapasitas  kandang brooder (box) untuk 1 m2 menampung 50 ekor DOD.

Perawatan calon induk entok ada dua macam yaitu induk untuk produksi telur konsumsi dan induk untuk produksi telur tetas.

Perawatan keduanya sama saja, perbedaannya hanya pada induk untuk produksi telur tetas harus ada pejantan dengan perbandingan 1 jantan untuk 5 – 6 ekor betina.

Kandang

Persyaratan temperatur kandang ± 39 derajat C.

Kelembaban kandang berkisar antara 60-65%.

Kandang untuk anak entok (DOD) pada masa stater bisa disebut juga kandang box, dengan ukuran 1 m2 mampu menampung 50 ekor DOD.

Kandang grower (untuk entok remaja) disebut model kandang Ren/kandang kelompok dengan ukuran 16-100 ekor perkelompok (1 m2/4-6 ekor).

Kandang  layer ( untuk entok masa bertelur) modelnya bisa berupa kandang baterei ( satu atau dua ekor dalam satu kotak) bisa juga berupa kandang lokasi ( kelompok) dengan ukuran setiap meter persegi 4-5 ekor entok dewasa ( masa bertelur atau untuk 30 ekor entok dewasa dengan ukuran kandang 3 x 2 meter).

Kondisi kandang dan perlengkapannya tidak harus dari bahan yang mahal tetapi cukup sederhana asal tahan lama (kuat). Untuk perlengkapannya berupa tempat makan, tempat minum dan mungkin perelengkapan tambahan lain yang bermaksud positif dalam managemen.

Pemberian makan entog

Umur 0-16 hari diberikan pada tempat pakan datar (tray feeder)Umur 16-21 hari diberikan dengan tray feeder dan sebaran dilantaiUmur 21 hari samapai 18 minggu disebar dilantai.

Umur 18 minggu–72 minggu, ada dua cara yaitu 7 hari pertama secara pakan peralihan dengan memperhatikan permulaan produksi bertelur sampai produksi mencapai 5%. Setelah itu pemberian pakan entog secara terus menerus.

Pemberian minum entogUmur 0-7 hari, untuk 3 hari pertama air minum ditambah vitamin dan mineral, tempatnya sama seperti untuk anak ayam.Umur 7-28 hari, tempat minum dipinggir kandang dan air minum diberikan secara terus menerus.

Umur 28 hari-afkir, tempat minum berupa empat persegi panjang dengan ukuran 2 m x 15 cm dan tingginya 10 cm untuk 200-300 ekor. Tiap hari dibersihkan.

Penyakit pada entog

Penyakit Duck Cholera, Penyebab: bakteri Pasteurela avicida.Gejala: mencret, lumpuh, tinja kuning kehijauan.

Pengendalian: sanitasi kandang, pengobatan dengan suntikan penisilin pada urat daging dada dengan dosis sesuai label obat.

Penyakit Salmonellosis, Penyebab: bakteri typhimurium.

Gejala: pernafasan sesak, mencret. Pengendalian: sanitasi yang baik, pengobatan dengan furazolidone melalui pakan dengan konsentrasi 0,04% atau dengan sulfadimidin yang dicampur air minum, dosis disesuaikan label obat.

Perawatan entog

Pemihasan anak dan induknya bila sudah menetas (2 – 3 hari) apabila bulu sudah kering.

Pemberian konsentrat selama 1 bulan didalam box dalam bentuk kering dan disiapkan air minum.Umur 31 hari – 45 hari diberi makanan basahDiatas umur 45 hari entok sudah bisa dilepas bebasPerawatan Induk agar cepat bertelur dengan mengandangkan dengan jantan 1:10 betina.

Induk akan bertelur kembali 20 – 30 hari setelah pemisahan.Induk akan berhenti berproduksi setelah mengalami rontok bulu, biasanya antara 2 -3 bulan.

Leave a Reply