Pasar Property 2018 Memerlukan Banyak Genset

Pasar Property 2018 – Pasar properti tahun 2018 belum akan banyak berubah dibanding kondisi pasar tahun ini. Perkiraan ini melihat dari asumsi makro ekonomi yang menjadi acuan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tidak banyak berbeda dengan APBN 2017. Misalnya, pertumbuhan ekonomi dipatok 5,4 persen dari tahun 2017, sementara inflasi disepakati 3,5 persen dan kurs rupiah Rp 13.400 per USD.

Pasar Property 2018

Yosi Hidayat Prabowo, Direktur Marketing Anugerah Sejahtera Group— perusahaan yang satu dekade terakhir ini banyak menangani pemasaran proyekproyek properti untuk kalangan menengah ke atas di berbagai kota—menyampaikan hal ini dalam diskusi Property Outlook 2018 “Strategi Industri Properti Memanfaatkan Tumbuhnya Infrastruktur”, di Jakarta, Selasa (5/12/2017). Menurut Yosi, bisnis properti sulit bangkit dengan pertumbuhan ekonomi yang belum beranjak dari 5%. “Daya beli masyarakat melemah,” ujarnya. Indikasi yang dipakai Yosi untuk melihat hal ini adalah banyaknya masyarakat yang menjual properti daripada membeli properti. Banyaknya masyarakat yang batal dan tidak meneruskan pembelian propertinya, menjadi indikasi lain yang menguatkan bahwa daya beli melemah.

Property war
Meski kondisi seperti ini, menurut Yosi pengembang tidak boleh terus menerus wait and see dan menahan diri. “Tahun 2018 adalah tahun ‘property war’, tahun momentum bagi para pengembang dalam mencuri kesempatan menggebrak pasar dengan cepat dan tepat,” lanjutnya. Kondisinya sama-sama berisiko bagi pengembang. “Menahan diri, bisnis makin mandek. Melansir proyek baru juga belum tentu disambut pasar. Tapi, daripada hanya menahan diri, alangkah baiknya menciptakan terobosan mutakhir dengan meluncurkan proyek baru atau melakukan improvisasi produk,” ujarnya.

Peluncuran proyek baru ini harus dilakukan di tahun 2018, mengingat tahun 2019 kondisi akan lebih bergejolak dengan adanya pemilihan presiden dan anggota DPR. Yosi mengatakan, pengembang harus melakukan langkah pergerakan atau keputusan yang bersifat strategis dan taktis dalam kompetisi sengit memperebutkan pasar ataupun konsumen. Kunci pokok untuk memenangi peperangan ini adalah kejelian pengembang dalam memenuhi WHEN (Wants, Hopes, Expectation, Needs) dan kejelian dalam menentukan dan melayani segmen pasar yang akan dituju. Langkah terobosan dalam membuat strategi promosi dan marketing pun tak boleh ditinggalkan. “Pengembang yang melakukan pengembangan secara kontinyu dalam inovasi konsep produk dan menjaga integritas dan servis total kepada konsumennyalah yang akan menang,” tambahnya. “Prinsip 5 T harus jadi pegangan untuk memenangkan persaingan, yaitu Trust, Time, Trasure, Traffic, dan Transportation,” ujarnya.

Geliat Properti
Berbagai pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah saat ini, mendorong pembangunan proyek properti. Sejumlah indikator menggeliatnya bisnis properti nampak dari masifnya pembangunan proyek properti  oleh para pengembang, baik di Jakarta maupun di sejumlah daerah. Agung Wirajaya, Assistant Vice President Marketing Strategic Residential APLN (PT Agung Podomoro Land Tbk.) yang turut hadir di acara dialog ini, merasa optimis dengan pasar properti Indonesia akan semakin membaik, seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2018. “Pembangunan infrastruktur telah mendorong penyebaran dan pemerataan perekonomian di masyarakat,” tambahnya.

Agung Wirajaya mencontohkan, pembangunan Bandara Kertajati dan Pelabuhan Patimban di Jawa Barat yang tentu saja akan mempercepat akses ekonomi dari dan ke kawasan itu. Belum lagi dengan telah beroperasinya Tol Seroja di Bandung, serta jalan tol lainnya di Jabodetabek. Atas pertimbangan ini pula, APLN berani berinvestasi di wilayah Jawa Barat, khususnya di Bandung Selatan. “Selama ini pembangunan maupun investasi hanya berada di wilayah Bandung Utara. Hingga akhirnya pemerintah menetapkan Bandung Utara sebagai kawasan konservasi. Dan kami melihat kawasan Bandung Selatan yang asri dan alami, menyimpan banyak potensi untuk digali dan dikembangkan,” ujarnya. Yosi pun yakin, tak hanya APLN, pengembang lainnya pun akan berlomba melakukan hal yang sama, membangun properti barunya di daerah-daerah yang saat ini dibangun infrastrukturnya.

Kerjasama Dengan Distributor Genset
Menimbang harga genset cummins silent yang cukup murah serta genset merupakan mesin yang sangat dibutuhkan serta memiliki nilai jual tinggi untuk meningkatkan penjualan properti yang sedang lesu, maka kami akan mencoba untuk melakukan kerjasama dengan distributor mesin genset yang ada di Indonesia. Kami mengharapkan setiap properti yang kamu bangun dan dilengkapi dengan perkakas genset bisa memancing minat konsumen untuk membeli properti.

Leave a Reply