Keunikan hewan ruminansia yang perlu kamu tahu

Didalam dunia peternakan banyak hal yang dapat kita pelajari, karena dunia ternak mencangkup banyak hal. Banyak hal dalam arti tidak hanya membahas tentang cara beternak, karena masih ada hal hal lain yang bisa dipelajari dan itu termasuk ke dalam kategori peternakan, misalnya saja seperti persiapan sebelum beternak, persiapan kandang, cara menjodohkan, cara membuat seperti membuat mesin tetas, membuat pakan fermentasi, dan tentang pengertian contohnya pengertian tentang hewan ruminansia. Semua itu masuk kedalam kategori peternakan, karena jika sekolah di jurusan peternakan pasti semua itu dipelajari.

Pada artikel kali ini saya akan berbagi sebuah informasi mengenai pengertian hewan ruminansia beserta contoh hewannya. Kenapa harus hewan ruminansia, kenapa tidak unggas atau yang lainnya? Ya karena hewan yang masuk dalam kategori ruminansia mempunyai keunikan, yaitu mereka menelan makanan kemudian dimuntahkan lagi dikunyah kembali dan baru ditelan lagi, itulah keunikannya.

Hewan ruminansia atau biasa disebut dengan hewan memamah biak merupakan hewan yang mencerna makanannya dalam dua langkah: pertama mereka mengunyah makanan kemudian menelannya hingga terkumpul banyak, setelah itu mengeluarkannya lagi dari perutnya dan dikunyah lagi baru ditelan dan masuk kedalam sistem pencernaan.

Ada 5 bagian sistem pencernaan pada hewan ruminansia yang terdiri dari rumen, retikulum, omasum, abomasum, dan usus halus. Kelima bagian tersebut mempunyai peran sendiri sendiri.

Rumen

Dimulai dari rumen, setelah pakan/makanan dikunyah kemudian masuk melewati esofagus (kerongkongan) dan disimpan pada bagian rumen. Rumen merupakan bagian pencernaan hewan ruminansia yang mempunyai ukuran paling besar. Pada tahap/langkah pertama ketika makanan masuk kedalam rumen maka akan disimpan dalam jumlah banyak. Dan setelah terkumpul, maka makanan tersebut akan dimuntahkan lagi dan dikunyah lagi. Setelah itu makanan akan disimpan lagi didalam rumen, saat inilah terjadi proses fermentasi dan baru masuk ke bagian berikutnya.

Retikulum

Setelah melewati proses di bagian rumen kemudian makanan menuju ke bagian retikulum. Dibagian retikulum inilah makanan digiling menjadi lebih halus secara fermentatif. Tahukah anda bahwa pada bagian retikulum ini terdapat banyak sekali mikroorganisme yang berfungsi untuk merombak makanan secara fermentatif.

Omasum

Omasum adalah bagian berikutnya setelah makanan melewati bagian retikulum, didalam bagian omasum makanan akan dihaluskan lagi. Di bagian ini terdapat enzim yang mempunyai peran untuk menghaluskan makanan, serta terjadi proses absorpsi atau penyerapan air yang terdapat pada makanan tersebut.

Abomasum

Setelah melalui proses di bagian omasum maka makanan dilanjutkan ke bagian berikutnya yaitu abomasum. Abomasum merupakan bagian keempat pada lambung hewan ruminansia, abomasum juga sering disebut juga dengan lambung sejati. Karena lambung ini fungsinya sama seperti lambung manusia, yang berfungsi memecah protein dan mempersiapkannya sebelum masuk ke usus halus.

Usus halus

Dan yang terakhir adalah usus halus, setelah malui berbagai proses pada bagian lambung maka makanan akan diteruskan pada usus halus. Usus halus berfungsi untuk menyerap sari sari makanan dan kemudian diedarkan ke seluruh tubuh untuk dijadikan energi.

Itulah keunikan dari hewan ruminansia, yaitu mencerna makanan dalam dua langkah dan mempunyai bagian sistem pencernaan yang begitu rumit. Beberapa contoh hewan yang masuk dalam kategori ruminansia adalah sapi, kambing, kerbau, kuda, onta, dan masih banyak lagi. Coba anda perhatikan ketika kambing atau sapi sedang duduk santai dan mulutnya mengunyah ngunyah namun tindak terlihat ada makanan didepannya, nha saat itulah dia sedang memah biak atau dalam bahasa jawa disebut dengan nggayemi. Itulah proses pencernaan sapi sedang berlangsung.

Leave a Reply