Instalasi Pengolahan Air Limbah, Penting Tapi Sering Diabaikan

Ketika berbicara mengenai perkembangan industri yang pesat serta kehidupan masyarakat yang dinamis, kita akan dihadapkan dengan permasalahan limbah yang kian meningkat. Semakin tinggi aktivitas masyarakat perkotaan, maka semakin tinggi pula tingkat pencemaran lingkungan akibat limbah industri maupun rumah tangga. Pengabaian pengolahan air limbah oleh masyarakat maupun perusahaan bisa berakibat fatal bagi kesehatan lingkungan dan berdampak jangka panjang bagi masyarakat sekitar.

 

Instalasi Pengolahan Air Limbah, Penting Tapi Sering Diabaikan

Sebagai contoh, air limbah yang dihasilkan oleh fasilitas pelayanan kesehatan maupun perusahaan industri tekstil menjadi salah satu sumber pencemaran air yang berbahaya. Air limbah dari kedua sumber ini dipercaya mengandung senyawa organik serta senyawa kimia sangat tinggi yang berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu, kita memerlukan suatu instalasi pengolahan air limbah demi mengurangi dan menghindari dampak negatif dari limbah industri maupun rumah tangga semacam ini.

Apa Itu Instalasi Pengolahan Air Limbah?

Instalasi pengolahan air limbah atau sering disebut dengan IPAL merupakan suatu perangkat yang digunakan untuk mengolah cairan sisa proses produksi industri pabrik maupun industri rumah tangga sehingga sisa produksi tersebut layak dan aman ketika dibuang ke saluran pembuangan. Dalam hal ini, IPAl berperan sebagai pemurni air limbah sehingga terbebas dari zat-zat sisa produksi dan tidak berbahaya bagi manusia maupun makhluk hidup di sekitarnya. Nantinya, air hasil pengolahan ini bisa digunakan kembali untuk air minum maupun keperluan lainnya.

Sedangkan air limbah yang dimaksud di sini adalah seluruh air buangan yang berasal dari hasil proses kegiatan industri seperti grey water (air buangan kamar mandi, dapur, air bekas cucian, air limbah produksi, air bekas kegiatan klinis rumah sakit, air limbah laboratorium dan lainnya) serta black water (limbah dari toilet/feses manusia). Sistem pengolahan air limbah seperti ini sangat potensial diterapkan di lingkungan perkotaan yang padat penduduk, seperti yang terdapat di kompleks perumahan Lippo Karawaci.

Sayangnya belum semua perusahaan menerapkan langkah pembuatan IPAL di perusahaan mereka. Pembangunan IPAL serta pemeliharaan fasilitas IPAL yang memakan biaya cukup besar dianggap mengurangi keuntungan perusahaan dan tidak sebanding dengan keuntungan yang diperoleh. Padahal, jika setiap perusahaan mampu membangun fasilitas pengolahan limbah, dampak positifnya bisa dirasakan oleh lingkungan sekitar dan perusahaan dalam jangka panjang. Semoga saja hal ini bisa segera terwujud.

Leave a Reply