Ciri-ciri Bayi Sakit Kuning

bayi

Bayi lahir dengan daya tahan tubuh yang belum sempurna. Hal itu membuatnya rentan terhadap bahaya dari dunia disekitarnya, baik penyakit yang ringan maupun berat. Sakit kuning pun menjadi salah satu yang kerap kali menjangkit bayi yang baru lahir. Bayi sakit kuning dikenal juga dengan sebutan “Jaundice”. Salah satu tandanya adalah warna jabang bayi yang berubah. Namun, ada banyak ciri-ciri yang harus bisa dikenali agar Ayah dan Bunda sudah lebih awas dari pertama. Nah, mari simak cara mendeteksinya berikut ini!

4 Cara Mendeteksi Bayi Sakit Kuning

Seperti yang kita ketahui bersama, Jaundice atau sakit kuning sebenarnya tidak membahayakan bagi si kecil. Bahkan, di Indonesia, sekitar 50% bayi baru lahir terserang penyakit kuning. Seharusnya, sakit kuning ini hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Berikut ini adalah beberapa cara mendeteksi sakit kuning pada bayi:

  • Seperti namanya, sakit kuning, beberapa bagian tubuh bayi akan berubah warna kuning. Bagian tersebut adalah wajah, dada, perut, lengan dan kaki. Namun, bagian yang paling jelas pada bayi sakit kuning adalah putih-putih mata.
  • Jika sudah melihat tanda-tanda bagian tubuhnya berubah warna kuning, maka segera bawa jabang bayi ke dokter. Disana, ada alat khusus yang akan diletakkan di dahi si bayi. Jika benar-benar terjangkit sakit kuning, maka alatnya akan berubah positif.
  • Sakit kuning juga bisa dideteki dari awal dengan memeriksakan golongan darah ibu dan anak.
  • Memeriksakan warna kulit juga bisa dilakukan dengan membandingkan warna kulit dengan jari Anda, karena warna kuning pada bayi sakit kuning akan terlihat jelas bedanya.

Itulah ciri-ciri sakit kuning pada bayi yang bisa Anda amati sejak dini untuk pencegahan yang lebih baik berdasarkan situs mamapapa.id. Lalu, penanganan seperti apa yang harus dilakukan? Sebenarnya, bayi yang sedang mengidap sakit kuning bisa disembuhkan dengan menjemur bayi dibawah sinar matahari setiap pagi. Selain itu, dapat juga ditangani dengan fototerapi, yaitu terapi khusus dengan meletakkan bayi didalam boks berlampu biru. Cara lain adalah tranfusi darah jika jabang bayi memiliki kadar Bilirubin yang tinggi.

Leave a Reply