4 Risiko Kesehatan yang Dihadapi Korban Terjebak Longsor

4 Risiko Kesehatan yang Dihadapi Korban Terjebak Longsor

Underpass di Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno Hatta tiba-tiba saja longsor sehabis hujan deras mengguyur wilayah Tangerang terhadap Senin petang (5/1). Ada dua korban yang terjerat di dalamnya dan baru sanggup dievakuasi sekitar 12 jam kemudian.

Identitas dua korban yang terjerat longsor selanjutnya adalah Dianti Dyah Ayu Putri dan Mukhmainah. Putri belakangan dilaporkan meninggal di rumah sakit saat Mukhmainah masih dirawat.

Ketika seseorang terjerat di di dalam longsor apa yang terjadi? Ada cerita sebagian orang sanggup selamat apalagi sehabis berhari-hari terjerat longsor tapi ada termasuk yang tidak seberuntung itu.

Dikutip detikHealth dari bermacam sumber selanjutnya sebagian hal paling berisiko yang sanggup berjalan terhadap korban terjerat longsor:

1. Kehabisan oksigen

Salah satu ancaman paling utama yang sanggup dihadapi oleh korban longsor adalah kehabisan oksigen. Ketika seseorang tertimbun oleh tanah, beton, atau bahan-bahan lainnya maka bisa saja ia cuma punya sedikit area untuk bernapas.

Tanpa oksigen yang cukup maka seseorang sanggup merasa hilang kesadaran. Dalam hitungan menit maka sel otak akan merasa mati dan berjalan kerusakan permanen hingga kelanjutannya berujung terhadap kematian.

2. Crush syndrome

dr Tejsrhi Shah dari Medecins Sans Frontieres menyebutkan korban yang terjerat oleh materi longsor sanggup mengalami apa yang disebut crush syndrome. Hal ini berjalan dikala jaringan tubuh tertekan di dalam jangka saat lama dan merasa mati.

Ketika kelanjutannya anggota yang tertekan diangkat semua toksik yang ada dari matinya jaringan dilepaskan menyebabkan tubuh kewalahan.

“Hal ini menyebabkan kerusakan terhadap ginjal. Orang-orang yang mengalaminya sanggup mengalami rasa sakit luar biasa dan berisiko tinggi gagal ginjal,” kata dr Shah seperti dikutip dari BBC.

3. Hipotermia

Longsor umumnya berjalan dikala tanah basah terlebih saat hujan. Oleh karena itu menurut studi yang dipublikasi di jurnal PLOS One hipotermia menjadi tidak benar satu risiko yang sanggup dihadapi oleh para korban.

Ketika terjerat di di dalam longsor selama berjam-jam dengan kondisi basah oleh air yang dingin maka suhu tubuh sanggup turun drastis. Saat suhu tubuh mengalami penurunan drastis, maka jantung, proses saraf dan organ tubuh lainnya tidak sanggup bekerja dengan baik.

Jika tidak ditangani dengan benar, kondisi ini sanggup menyebabkan gagal jantung, kerusakan proses pernapasan dan yang lebih berbahaya sanggup menyebabkan kematian.

4. Trauma psikologis

Risiko kesegaran yang sanggup dihadapi oleh para korban longsor tidak cuma saat masih terjerat saja. Bagi mereka yang selamat trauma psikologisnya bisa saja saja konsisten membekas hingga menjadi beban yang mesti bantuan profesional.

Leave a Reply